Pada
zaman dahulu kala (Balagedog) merupakan hutan belantara yang menakutkan, masih
banyak binatang-binatang buas, terletak di perbatasan antara kerajaan Cirebon
dengan kerajaan Rajagaluh. Kedua kerajaan tersebut memeluk Agama hindu dan
budha. Perkembangan selanjutnya, datanglah Agama islam ke Indonesia. Agama ini
dengan cepat tersebar ke seluruh Nusantara termasuk ke kerajaan Cirebon.
Kerajaan Rajagaluh khawatir kerajaan Cirebon menyerang, maka lebih baik
menyerang lebih dulu. Sebelumnya kerajaan Cirebon mengerahkan semua
pasukan/prajurit untuk menghadapi serangan tersebut yaitu di perbatasan yang
letaknya di hutan belantara(Balagedog sekarang), maka untuk itu secara tidak
sengaja mereka merupakan orang-orang
yang pertama yang menginjakan kakinya di hutan tersebut dan membuka babak baru
di daerah itu(Balagedog), Mereka membuat pertahanan dan markasnya terletak di
sebelah timur Balagedog, mereka berbaris di sebelah selatan markasnya, dan
tempat tersebut sekarang dikenal dengan nama BARIS. Lebih ke timur sedikit
mereka menyongsong kedatangan musuhnya dan sekarang tempat tersebut dikenal
dengan nama NAGROG (lama sekali menunggu) berasal dari bahasa sunda yakni
ngajedog. Setelah lama menunggu datanglah musuh, lalu terjadilah pertempuran
antara kedua kerajaan itu.
Akhirnya
peperangan pun usai, kedua belah pihak meninggalkan tempat itu, yang
ditinggalkan hanyalah tempat pertempuran. Setelah kejadian itu, datanglah
seorang pangeran yang bernama JIWANTAKA bersama sahabatnya yaitu PANGERAN SURYA
NEGARA dan BAGUS SIDUNG SILIWANGI ,mereka hidupnya tidak menetap. Hidup mereka
selalu nyiliwangi,karena itu hanya meninggalkan senjatanya yang kemudian
dikuburkannya.
Setelah
PANGERAN JIWANTAKA meninggalkan daerah ini datanglah seorang ksatria bernama
SEMBUNG.Setelah itu daerah ini berkrmbang menjadi sebuah perkampungan kecil,
ksatria ini menikah dengan seorang putrid kampong bernama NYI ARUM WANGI daerah
ini dinamakan PASAHANGAN, namadi ambil dari nama daerah ini yang merupakan
lahan pertanian sahang. Yang menjadi sesepuh (tokoh) kampong itu bernama SYEH
INDRA lebih popular dengan nama SYEH INDRA PASAHANGAN.
Kemudian
setelah beberapa tahun, di sebelah selatan Pasahangan terdapat pula beberapa
kampung kecil.Zamanpun makin berkembang dengan maju, system demokrasi mulai ada
walaupun masih awam/primitif. Maka pada suatu saat diadakanlah pemilihan kepala
kampong dan yang terpilih adalah SEMBUNG. Pada waktu itu daerah tersebut belum
mempunyai nama maka timbulah gagasan untuk memberi nama daerah itu. Tterlebih
dahulu diadakan pemilihan orang-orang sebagai pembantu (pamong desa). Dan
setelah terbentuk, SEMBUNG lalu bergelar
BEDOG. Kemudian beliau mengadakan rapat istimewa dan sepakat memberi nama
daerah ini dengan nama BALAGEDOG. Di ambil dari nama beliau yaitu BEDOG.Selain
itu juga dari balad-balad (bala-bala) yakni orang/prajurit kerajaan Cirebon
yang datang pertama kali ke daerah ini,
Setelah
BALAGEDOG berkrmbang pesat, baik penduduk maupun perekonomiannya pa bedog
(kepala desa) menikah lagi (mendua) dengan seorang puteri dari Leuwilaja yang
bernama DEWI ARUM SARI dengan maskawin berupa sebidang tanah yang cukup luas
yaitu dari kali Cibalingbing ke sebelah timur sampai dengan kali Ciburuy, yang
memanjang dari selatan ke utara.
Akhirnya,
setelah beberapa waktu lamanya pa BEDOG wafat di Leuwilaja dan dimakamkan di
sebelah barat masjid Leuwilaja. Pada masa itu telah dua kali perpindahan Balai
Desa, yang pertama di Pasahangan dan Balai Desa tersebut memotong jalan
(malang) maka sekarang kita kenal dengan nama BALE MALANG,
Kemudian
ke selatan yang sekarang dikenal TARIKOLOT. Berasal dari daerah ramai karena
pusat Desa lalu menjadi sepi (narikolot).
Perkembangan
selanjutnya Balai Desa pindah lagi ke Barat (inpres sekarang) dayeuh, dan pada
waktu kepemimpinan KUWU IKSAN Balai Desa pindah lagi yang letaknya antara Blok
Senin dan Blok Jum’at, sampai sekarang.
jien film na seru euy
BalasHapus