Rabu, 14 Oktober 2015

Sejarah singkat Desa Balagedog


Pada zaman dahulu kala (Balagedog) merupakan hutan belantara yang menakutkan, masih banyak binatang-binatang buas, terletak di perbatasan antara kerajaan Cirebon dengan kerajaan Rajagaluh. Kedua kerajaan tersebut memeluk Agama hindu dan budha. Perkembangan selanjutnya, datanglah Agama islam ke Indonesia. Agama ini dengan cepat tersebar ke seluruh Nusantara termasuk ke kerajaan Cirebon. Kerajaan Rajagaluh khawatir kerajaan Cirebon menyerang, maka lebih baik menyerang lebih dulu. Sebelumnya kerajaan Cirebon mengerahkan semua pasukan/prajurit untuk menghadapi serangan tersebut yaitu di perbatasan yang letaknya di hutan belantara(Balagedog sekarang), maka untuk itu secara tidak sengaja mereka merupakan  orang-orang yang pertama yang menginjakan kakinya di hutan tersebut dan membuka babak baru di daerah itu(Balagedog), Mereka membuat pertahanan dan markasnya terletak di sebelah timur Balagedog, mereka berbaris di sebelah selatan markasnya, dan tempat tersebut sekarang dikenal dengan nama BARIS. Lebih ke timur sedikit mereka menyongsong kedatangan musuhnya dan sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama NAGROG (lama sekali menunggu) berasal dari bahasa sunda yakni ngajedog. Setelah lama menunggu datanglah musuh, lalu terjadilah pertempuran antara kedua kerajaan itu.
Akhirnya peperangan pun usai, kedua belah pihak meninggalkan tempat itu, yang ditinggalkan hanyalah tempat pertempuran. Setelah kejadian itu, datanglah seorang pangeran yang bernama JIWANTAKA bersama sahabatnya yaitu PANGERAN SURYA NEGARA dan BAGUS SIDUNG SILIWANGI ,mereka hidupnya tidak menetap. Hidup mereka selalu nyiliwangi,karena itu hanya meninggalkan senjatanya yang kemudian dikuburkannya.
Setelah PANGERAN JIWANTAKA meninggalkan daerah ini datanglah seorang ksatria bernama SEMBUNG.Setelah itu daerah ini berkrmbang menjadi sebuah perkampungan kecil, ksatria ini menikah dengan seorang putrid kampong bernama NYI ARUM WANGI daerah ini dinamakan PASAHANGAN, namadi ambil dari nama daerah ini yang merupakan lahan pertanian sahang. Yang menjadi sesepuh (tokoh) kampong itu bernama SYEH INDRA lebih popular dengan nama SYEH INDRA PASAHANGAN.
Kemudian setelah beberapa tahun, di sebelah selatan Pasahangan terdapat pula beberapa kampung kecil.Zamanpun makin berkembang dengan maju, system demokrasi mulai ada walaupun masih awam/primitif. Maka pada suatu saat diadakanlah pemilihan kepala kampong dan yang terpilih adalah SEMBUNG. Pada waktu itu daerah tersebut belum mempunyai nama maka timbulah gagasan untuk memberi nama daerah itu. Tterlebih dahulu diadakan pemilihan orang-orang sebagai pembantu (pamong desa). Dan setelah terbentuk, SEMBUNG lalu  bergelar BEDOG. Kemudian beliau mengadakan rapat istimewa dan sepakat memberi nama daerah ini dengan nama BALAGEDOG. Di ambil dari nama beliau yaitu BEDOG.Selain itu juga dari balad-balad (bala-bala) yakni orang/prajurit kerajaan Cirebon yang datang pertama kali ke daerah ini,
Setelah BALAGEDOG berkrmbang pesat, baik penduduk maupun perekonomiannya pa bedog (kepala desa) menikah lagi (mendua) dengan seorang puteri dari Leuwilaja yang bernama DEWI ARUM SARI dengan maskawin berupa sebidang tanah yang cukup luas yaitu dari kali Cibalingbing ke sebelah timur sampai dengan kali Ciburuy, yang memanjang dari selatan ke utara.
Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya pa BEDOG wafat di Leuwilaja dan dimakamkan di sebelah barat masjid Leuwilaja. Pada masa itu telah dua kali perpindahan Balai Desa, yang pertama di Pasahangan dan Balai Desa tersebut memotong jalan (malang) maka sekarang kita kenal dengan nama BALE MALANG,
Kemudian ke selatan yang sekarang dikenal TARIKOLOT. Berasal dari daerah ramai karena pusat Desa lalu menjadi sepi (narikolot).
Perkembangan selanjutnya Balai Desa pindah lagi ke Barat (inpres sekarang) dayeuh, dan pada waktu kepemimpinan KUWU IKSAN Balai Desa pindah lagi yang letaknya antara Blok Senin dan Blok Jum’at, sampai sekarang.

    Arsip Pemdes   Balagedog

1 komentar: