Sabtu, 17 Oktober 2015

Sejarah Singkat Desa Balagedog


SEJARAH DESA BALAGEDOG
Pada zaman dahulu kala (Balagedog) merupakan hutan belantara yang menakutkan, masih banyak binatang-binatang buas, terletak di perbatasan antara kerajaan Cirebon dengan kerajaan Rajagaluh. Kedua kerajaan tersebut memeluk Agama hindu dan budha. Perkembangan selanjutnya, datanglah Agama islam ke Indonesia. Agama ini dengan cepat tersebar ke seluruh Nusantara termasuk ke kerajaan Cirebon. Kerajaan Rajagaluh khawatir kerajaan Cirebon menyerang, maka lebih baik menyerang lebih dulu. Sebelumnya kerajaan Cirebon mengerahkan semua pasukan/prajurit untuk menghadapi serangan tersebut yaitu di perbatasan yang letaknya di hutan belantara(Balagedog sekarang), maka untuk itu secara tidak sengaja mereka merupakan  orang-orang yang pertama yang menginjakan kakinya di hutan tersebut dan membuka babak baru di daerah itu(Balagedog), Mereka membuat pertahanan dan markasnya terletak di sebelah timur Balagedog, mereka berbaris di sebelah selatan markasnya, dan tempat tersebut sekarang dikenal dengan nama BARIS. Lebih ke timur sedikit mereka menyongsong kedatangan musuhnya dan sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama NAGROG (lama sekali menunggu) berasal dari bahasa sunda yakni ngajedog. Setelah lama menunggu datanglah musuh, lalu terjadilah pertempuran antara kedua kerajaan itu.
Akhirnya peperangan pun usai, kedua belah pihak meninggalkan tempat itu, yang ditinggalkan hanyalah tempat pertempuran. Setelah kejadian itu, datanglah seorang pangeran yang bernama JIWANTAKA bersama sahabatnya yaitu PANGERAN SURYA NEGARA dan BAGUS SIDUNG SILIWANGI ,mereka hidupnya tidak menetap. Hidup mereka selalu nyiliwangi,karena itu hanya meninggalkan senjatanya yang kemudian dikuburkannya.
Setelah PANGERAN JIWANTAKA meninggalkan daerah ini datanglah seorang ksatria bernama SEMBUNG.Setelah itu daerah ini berkrmbang menjadi sebuah perkampungan kecil, ksatria ini menikah dengan seorang putrid kampong bernama NYI ARUM WANGI daerah ini dinamakan PASAHANGAN, namadi ambil dari nama daerah ini yang merupakan lahan pertanian sahang. Yang menjadi sesepuh (tokoh) kampong itu bernama SYEH INDRA lebih popular dengan nama SYEH INDRA PASAHANGAN.
Kemudian setelah beberapa tahun, di sebelah selatan Pasahangan terdapat pula beberapa kampung kecil.Zamanpun makin berkembang dengan maju, system demokrasi mulai ada walaupun masih awam/primitif. Maka pada suatu saat diadakanlah pemilihan kepala kampong dan yang terpilih adalah SEMBUNG. Pada waktu itu daerah tersebut belum mempunyai nama maka timbulah gagasan untuk memberi nama daerah itu. Tterlebih dahulu diadakan pemilihan orang-orang sebagai pembantu (pamong desa). Dan setelah terbentuk, SEMBUNG lalu  bergelar BEDOG. Kemudian beliau mengadakan rapat istimewa dan sepakat memberi nama daerah ini dengan nama BALAGEDOG. Di ambil dari nama beliau yaitu BEDOG.Selain itu juga dari balad-balad (bala-bala) yakni orang/prajurit kerajaan Cirebon yang datang pertama kali ke daerah ini,
Setelah BALAGEDOG berkrmbang pesat, baik penduduk maupun perekonomiannya pa bedog (kepala desa) menikah lagi (mendua) dengan seorang puteri dari Leuwilaja yang bernama DEWI ARUM SARI dengan maskawin berupa sebidang tanah yang cukup luas yaitu dari kali Cibalingbing ke sebelah timur sampai dengan kali Ciburuy, yang memanjang dari selatan ke utara.
Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya pa BEDOG wafat di Leuwilaja dan dimakamkan di sebelah barat masjid Leuwilaja. Pada masa itu telah dua kali perpindahan Balai Desa, yang pertama di Pasahangan dan Balai Desa tersebut memotong jalan (malang) maka sekarang kita kenal dengan nama BALE MALANG,
Kemudian ke selatan yang sekarang dikenal TARIKOLOT. Berasal dari daerah ramai karena pusat Desa lalu menjadi sepi (narikolot).
Perkembangan selanjutnya Balai Desa pindah lagi ke Barat (inpres sekarang) dayeuh, dan pada waktu kepemimpinan KUWU IKSAN Balai Desa pindah lagi yang letaknya antara Blok Senin dan Blok Jum’at, sampai sekarang.

                                                                                                            Sumber : Arsip Pemerintah Desa Balagedog

    Arsip Pemdes   Balagedog

Jumat, 16 Oktober 2015

Profil Desa Balagedog


PROFIL DESA


               Kondisi Desa
Dinamika pembangunan masyarakat Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka menunjukkan pertumbuhan yang positif, ditandai keberhasilan pembangunan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  Memasuki era globalisasi dan seiring dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan hak-haknya, serta meningkatnya kebutuhan yang semakin kompleks merupakan tantangan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan capaian hasil pembangunan. Untuk mengantisipasi berbagai permasalahan, tantangan serta perkembangan di masa kini dan masa depan diperlukan perencanaan yang jelas terarah dan partisipatif.
Kondisi yang diharapkan di masa depan tidak terlepas dari pencapaian sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan pembangunan secara efektif. Seiring dengan itu, upaya secara terus menerus tetap diarahkan untuk mengatasi tantangan dan hambatan pembangunan desa guna mewujudkan kondisi yang diharapkan dan kondisi saat ini merupakan modal dasar atau bahan untuk perencanaan yang akan menentukan keberhasilan. 
Desa BalagedogKecamatan Sindangwangi berada di wilayah administrasi Kabupaten Majalengka dengan luas wilayah 501 H yang terdiri atas 7 (Tujuh) Blok dan 2 (dua) Dusun, 7 (Tujuh) RW dan 16 (enam belas) RT. Jumlah penduduk Desa Balagedog4759Jiwa yang terdiri dari 2504 laki-laki dan 2255 perempuan dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 1530KK. Sedangkan jumlah Keluarga Miskin (GAKIN) 647 KK dengan persentase 13,6 % dari jumlah keluarga yang ada di Desa Balagedog.Jarak dari Kantor Desa ke Kota Kecamatan adalah 4 Km, ke Ibukota Kabupaten berkisar antara 22Kilometer. Dilihat dari batas wilayah administrasi, Desa Balagedogberbatasan dengan :
Sebelah Utara                :  Desa Leuwikujang kec. Leuwimunding
Sebelah Selatan             :  Desa Ujungberung
Sebelah Barat                :  Desa Leuwilaja
Sebelah Timur              :  Desa Cipanas Kabupaten Cirebon

Kemiringan lahan di Desa Balagedog diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelas yaitu landai/dataran rendah (0 - 15 persen), berbukit bergelombang (15 - 40 persen) dan perbukitan terjal (>40 persen). Berdasarkan klasifikasi kelas kemiringan lahan, 13,21 persen dari luas wilayah Desa berada pada kemiringan lahan di atas 40 persen, 18,53 persen, berada dalam kelas kemiringan lahan 15 - 40 persen, dan 68,26 persen berada pada kelas kemiringan lahan 0 - 15 persen. Kondisi bentang alamnya sebagian besar melandai ke daerah Utara, menyebabkan aliran sungai dan mata air mengalir ke arah utara sehingga pada wilayah bagian Utara Desa terdapat banyak persawahan. Perbukitan dengan lereng  yang  curam  terdapat  di sekitar lereng  Gunung Ciremai. Kondisi topografis ini selain sangat berpengaruh pada pemanfaatan ruang dan potensi pengembangan wilayah, juga mengakibatkan terdapatnya daerah rawan terhadap longsor dan gerakan tanah khususnya daerah yang mempunyai kelerengan curam.
Sumber daya air di Desa Balagedogdibagi ke dalam dua bagian yaitu air permukaan dan air bawah tanah. Potensi air permukaan yang menjadi jantung kebutuhan air cukup besar untuk dimanfaatkan terutama bagi pengairan, diperoleh dari 1 (satu) sungai besar yaitu Sungai Cijejeng dan beberapa anak sungai lainnya.diantaranya sungai cipanumbak dan sungai ciburuy. Sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang digunakan untuk mandi,mencuci dan minum mengambil dari mata air lereng gunung Ciremai yang terletak di Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi dan  Desa Payung Kecamatan Rajagaluh. Sementara  potensi air permukaan lainnya berada di beberapa tempat yang mempunyai debit air tinggi yang berasal dari sumber mata air, umumnya berada di Wilayah Selatan Desa. Untuk kondisi Air Bawah Tanah (ABT), berdasarkan kondisi yang ada, secara umum Wilayah Utara dan Tengah Desa mempunyai potensi ketersediaan ABT cukup baik.

  Sejarah Pembangunan Desa
Dikisahkan pada jaman dahulu kala (Balagedog) merupakan hutan belantara yang sangat menakutkan, masih banyak binatang-binatang buas terletak diperbatasan antara kerajaan Cirebon dan Kerajaan Rajagaluh, kerajaan tersebut memeluk agama Hindu dan Budha.Perkembangan selanjutnya datanglah Islam Ke Indonesia, Agama ini dengan cepat tersebar keseluruh Nusantara termasuk Kerajaan Cirebon. Kerajaan Rajagaluh khawatir Kerajaan Cirebon Menyerang maka lebih baik menyerang terlebih dahulu. maka secara tidak sengaja merekalah orang-orang yang pertama kali menginjakan kakinya dihutan tersebut dan membuat babak-babak baru didaerah itu (Balagedog) mereka membuat pertahanan dan markasnya terletak sebelah timur Balagedog, mereka berbaris disebelah selatan Markasnya dan ditempat tersebut sekarang dikenal dengan nama “BARIS” lebih turun lagi sedikit ke timur mereka menyongsong kedatangan musuhnya dan sekarang tempat tersebut di namakan “NAGROG” artinya (Lama Menunggu) berasal dari bahasa sunda yakni ngajedog, setelah lama menunggu kedatangan musuh maka terjadilah pertempuran antara kedua Kerajaan.
Setelah peperang usai kedua belah pihak meninggalkan tempat itu yang ditinggalkan hanya tempat pertempuran, setelah kejadian itu datanglah Pangeran yang bernama “JIWANTAKA” bersama sahabatnya yaitu Pangeran “SURYANEGARA” dan Pangeran “BAGUS SILIWANGI” mereka hidupnya tidak menetap, Hidupnya selalu nyiliwangi, karena itu hanya meninggalkan senjatanya yang kemudian dikuburkannya.
Setelah  pangeran Jiwantaka pergi kemudian datanglah kembali seorang pangeran yang bernama “SEMBUNG’’ setelah daerah ini sudah berkembang menjadi perkampungan kecial, kesatria ini menikah dengan
seorang putri kampung ini bernama nyi arum Wangi. Daerahini dinamakan Pasahangan, nama ini diambil dari nama daerah itu yang merupakan lahan pertanian sahang. Yangmenjadi sesepuh kampung itu bernama SYEKH INDRA lebih populer bernama SHEKH INDRA PASAHANGAN.
Kemudian setelah beberapa tahun, disebelah selatan pasahangan terdapat pula beberapa kampung kecil. Jamanpun makin berkembanmg dan maju, sistem demokrasi mulai ada walaupun masih awam/ primitif.maka suatu saat di pemilihan kepala kampung yang terpilih adalah SEMBUNG.
Pada saat itu daerah tersebut belum mempunyai nama maka timbulah gagasan memberi nama daerah itu.namun sebelumnya dilakukan pemilihan orang-orang sebagai pembantu beliau (Pamong Desa) setelah terbentuk lalu sembung diberi gelar BEDOG kemudian beliau mengadakan rapat istimewa dan sepakat memberi nama daerah itu dengan nama BALAGEDOG diambil dari nama beliau yaitu BEDOG dan balad-baladnya.
Setelah Balagedog berkembang pesat baik perekonomian maupun jumlah penduduknya Pa Bedog (Kepala Desa) lalu menikah lagi dengan seorang putri kerajaan Rajagaluh yang bernama Dewi Arum Sari dengan maskawin sebidang tanah yang luas dengan batas-batas dari mulai sungai ciburuy  sampai sungai cibalimbing yang memanjang dari selatan sampai utara.
Akhirnya setelah beberapa waktu yang lama pa Bedog wapat di Desa Leuwilaja dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Leuwilaja sekarang. Balai Desa Balagedog sudah beberapa kali pindah yang pertama di pasahangan yang letaknya memotong jalan (Malang) dan sekarang nama tersebut dikenal dengan sebutan Bale malang kemudian pindah lagi ke Tarikolot.
Perkembangan selanjutnya Balai Desa pindah lagi ke blok senin (Inpres Sekarang) dan pada waktu kepemimpinan Kuwu Iksan Balai Desa pindah lagi kesebelah barat antara Blok Jum’at dan blok Senin sampai sekarang.
a. Sembung

Pada masa kepemimpinan Sembung menjabat dari tahun 1802 sampai tahun 1826. Dan menurut cerita orang tua beliau adalah pemimpin yang pertama dan berhasil mengembangkan wilayah Balagedog menjadi perkampungan yang luas.

b. Bedog
  
MerupakangelarKuwu Sembung dan menurut cerita beliau menjabat antara tahun 1826 sampai tahun 1850.

c. Kentes

Merupakan Kuwu yang memimpin Desa Balagedog menurut cerita menjabat dari tahun 1850 sampai 1870.

d. Amed
  
Memegang jabatan sejak tahun 1870 sampai tahun 1895 yang pada masa tersebut sedang banyaknya pemberontakan-pemberontakan

e. Asman

Memegang jabatan sejak tahun 1995 sampai tahun 1925


f. Maryani

Memegang jabatan sejak tahun 1925 sampai tahun 1935

g. Ruje

Memegang jabatan sejak tahun 1935 sampai tahun 1940

h. Darja

Memegang jabatan sejak tahun 1940 sampai tahun 1943

i. Sober

Memegang jabatan sejak tahun 1943 sampai tahun 1945

j.    Sembat  

      Memegang jabatan sejak tahun 1945 sampai tahun 1951

k.   Sobari

      Memegang jabatan sejak tahun 1951 sampai tahun 1954

l.    Rojak

      Memegang jabatan sejak tahun 1954 sampai tahun 1966
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      -     Pembangunan Jembatan Cipicung
m.  Iksan
      Memegang jabatan sejak tahun 1966 sampai tahun 1974
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Pembangunan Jembatan Ciburuy
      2.   Pembangunan 3 lokal gedung SD Balagedog I
      3.   Pembangunan 3 lokal gedung SD Balagedog 2
      4.   Pembangunan Gedung Balai Desa yang pindah dari inpres
5.   Pembangunan gedung SD Balagedog 3 yang dulu disebut SD Wangunjaya
n.   Narmin
      Memegang jabatan sejak tahun 1974 sampai tahun 1978
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Pembangunan SD Balagedog 3 yang dulu di sebut SD Wangunjaya
o.   Uyet Suyatma
      Memegang jabatan sejak tahun 1978 sampai tahun 1990
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Pembangunan Jembatan Cijejeng
      2.   Pembuatan Jalan Tarikolot
      3.   Pembangunan Mesjid Nurul Huda
      4.   Pembangunan Mesjid Tarikolot
      5.   Pembuatan Dam Jasih
      6.   Perpindahan penduduk Gintung ke Sawah Tegal
      7.   Pembuatan Dam Citohok
      8.   Pembuatan Lapang Sepak Bola
      9.   Pelebaran Jalan Kabupaten
10. Pengadaan sarana air bersih yang mengambil sumber mata air dari Talaga Herang sampai dengan Desa Ujungberung
P.  Juned
      Memegang jabatan sejak tahun 1990 sampai tahun 1998
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Listrik masuk desa
      2.   meneruskan program sarana air bersih dari desa Ujung berung ke Rumah-rumah
      3.   Pembuatan Jembatan Cikoranji
      4.   Pembukaan jalan setapak ke Jembatan Cikoranji
q.   Wahyudin
      Memegang jabatan sejak tahun 1998 sampai tahun 2008
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Pengadaan sarana air bersih dari desa payung dari program PNPM
      2.   Pembangunan 4 lokal gedung Madrasah Diniyah dari PNPM
      3.   Rehab Gedung Balai Desa
      4.   Penambahan Gedung Balai Desa
      5.   Pengadaan sarana air bersih di Blok kamis dari program PNPM
      6.   Pembangunan saluran irigasi dari program PPIP
      7.   Pembangunan gedung PAUD di Blok Senin
      8.   Senderan Lapang Sepak Bola
      9.   Memindahkan dan pelebaran jalan di sawah Bugel Cikoranji yang tadinya jalan setapak jadi jalan bisa dilewati oleh mobil.

s.   Karomat, S.Ag.
      Memegang jabatan sejak tahun 2008 sampai tahun 2013
      Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
      1.   Pembuatan Jembatan penghubung Blok Sabtu dan Blok Senin Sawah Tegal
      2.   Pembangunan 2 lokal gedung Madrasah Ibtidaiyah
      3.   Pembangunan gedung Posyandu di Blok Desa
      4.   Rehab Masjid Tarikolot
      5.   Pengaspalan jalan antara blok senin sampai blok kamis sepanjang 3200 m.
      6.   Plesterisasi gang di blok senin, blok sabtu dan blok Jum’at.
t.   Didi Suhardi
      Memegang jabatan sejak tahun 2013 sampai sekarang
      Pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2014.
      1.   Pembangunan jalan Rabat Beton blok sabtu dan blok jum’at dengan Volume 884 m. di biayai oleh dana PNPM 772 m dan 112 m dari dana ADD.
      2.   Senderisasi lapangan sepak bola lokasi di blok senin dengan biaya dari ADD.
      3.   Pengaspalan jalan blok Rabu Cikoranji sepanjang 800 meter dari program Infrastruktur.
      4.   ke sugan aya deui.

2.3. Demografi

Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2012 jumlah penduduk Desa Balagedog adalah sebanyak 4759 jiwa yang terdiri dari laki-laki 2504 jiwa dan perempuan sebanyak 2255 jiwa, 1530 kepala keluarga.
Jumlah rumah yang ada di Desa Balagedog sebanyak 1228 yang terdiri dari rumah permanen sebanyak 824 buah, rumah semi permanen sebanyak 324 buah dan rumah tidak permanen sebanyak 80 buah.
Dari hasil pendataan itu pula diketahui bahwa rumah tangga yang termasuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin versi Pemerintah Desa Balagedog sebanyak 600 Rumah Tangga Miskin (RTM).


Tabel 1.
Jumlah Penduduk

Kelompok Umur
(tahun)
Laki-laki
(Jiwa)
Perempuan
(Jiwa)
Jumlah
(Jiwa)
0 – 4
132
104
236
5 – 9
165
130
295
10 – 14
200
170
370
15 – 19
204
190
394
20 – 24
228
221
449
25 – 29
225
217
442
30 – 34
231
223
454
35 – 39
186
178
364
40 – 44
178
170
348
45 – 49
144
137
281
50 – 54
141
145
286
55 – 59
91
90
181
60 – 64
121
82
203
65 – 69
126
80
206
>70
132
118
250
Jumlah
2504
2255
4759
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2012
Ketersediaan tenaga kerja dapat dilihat dari jumlah penduduk menurut klasifikasi umur. Kurangannya ketersediaan tenaga kerja menyebabkan tingginya anggaran pembangunan karena harus menyediakan tenaga kerja dari luar daerah. Namun sebaliknya apabila disuatu daerah terjadi lonjakan jumlah tenaga kerja maka akan terjadi persaingan yang kurang sehat antar pekerja, dan banyaknya angkatan kerja terpaksa keluar dari daerah untuk mendapatkan pekerjaan. Maka pada umumnya masyarakat pedesaan lebih banyak angkatan kerja yang berusia lanjut sehingga proses pembangunan sedikit mengalami kendala, karena yang memiliki potensi dan keahlian biasanya enggan untuk tinggal di pedesaan. Usia angkatan kerja dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu :
(1) angkatan kerja muda usia 15-24 tahun:
(2) angkatan kerja sedang usia 25-54 tahun dan
(3) angkatan kerja tua usia diatas 55 tahun.
Maka dari tabel diatas dapat menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kerja desa Balagedog dari jumlah penduduk untuk angkatan kerja muda mencapai 19,079 %, angkatan kerja sedang sebesar 40,437 % sedangkan untuk angkatan kerja tua sebesar 14,855 %.


 Keadaan Sosial

           Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Balagedog termasuk cukup bagus, meskipun kondisi ekonomi masyarakatnya sebagian besar menengah ke bawah namun pemahaman akan pentingnya pendidikan sudah cukup bagus, terbuti dengan angka putus sekolah dasar yang rendah. Desa Balagedog memiliki 3 (tiga) SD Negeri,1 (satu) MI,1 (satu) buah Taman Kanak-kanak, 3 (buah) Kelompok Bermain (KOBER), 2 (dua) buah Madrasah Diniyah. Dengan adanya fasilitas pendidikan di Desa Balagedog diharapkan dapat meningkatkan jenjang kelulusan masyarakat yang tadinya hanya tamat SMP/MTs namun kedepan minimal masyarakat lulus pada tingkat SMA/SMKsehingga Program  Nasional Pendidikan Dasar 12 tahun di Desa Balagedog dapat tercapai 100% dan menekan angka putus sekolah pendidikan dasar.

Tabel 2.
Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Balagedog

No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
(Jiwa)
1.
Tidak Tamat SD
567
2.
Tamatan SD
3054
3.
Tamatan SMP/MTs
732
4.
Tamatan SMA/SMK/MA
135
5.
Tamatan D1
24
6.
Tamatan D2
8
7.
Tamatan D3
15
8.
Tamatan S1
12
9.
Tamatan S2
-
10.
Tamatan S3
-

Jumlah

Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2012

            Kelembagaan Desa

Kelembagaan desa yang ada sekarang ini sudah berjalan cukup baik hanya saja perlu peningkatan kapasitas pengurus agar lembaga yang ada bisa dan mampu mandiri dalam mengelola lembaga tersebut. Adapun lembaga yang ada yaitu :
1.     Lembaga Pembangunan dan Kemandirian Desa (LPKD) merupakan lembaga yang bergerak dibidang perencananaan dan pengelola kegiatan pembangunan.
2.     Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK)
3.     Paguyuban GAPOKTAN merupakan gabungan kelompok tani yang bergerak pada kegiatan pertanian, peternakan, perkebunan dan kegiatan konservasi lahan serta lingkungan.
4.     Linmas (Perlindungan Masyarakat)
5.     Koordinator Kelompok SPP merupakan bentukan dari kegiatan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) atau sekarang ini adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
6.     Karang Taruna dengan nama Tunas Harapan merupakan lembaga pemuda yang bergerak pada kegiatan kepemudaan berupa olahraga, sosial dan keagamaanserta keberadaannya masih pada tingkat perkumpulan yaitu :
§   Ikatan Remaja Pencinta Masjid Nurul Huda

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembangunan wilayah guna peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk sarana dan prasarana jalan Desa Balagedog sudah cukup baik sebagai prasarana transportasi. Untuk sarana dan prasarana bidang pendidikan di Desa Balagedog sudah memiliki 3 (tiga) unit Sekolah Dasar lengkap dengan  prasarana ruang perpustakaan dan buku-bukunya,dan 1 (satu) unit Sekolah Madrasah Ibtidaiyah,1 (satu) unit Madrasah Diniyah yang terletak di Blok Senin yang memiliki 4 ruang belajar,Untuk layanan pendidikan usia dini, Desa Balagedog memiliki 1 (satu) Taman Kanak-kanak yang terletek di Blok Senin dan , 3 (tiga) Buah Kelompok Bermain, Permasalahan dalam bidang sarana prasarana adalahkondisi balai desa yang sudah harus direhabilitasi, lapangan Bola Voli yang tidak memenuhi standar, Drainase yang masih jelek, serta bendungan dan irigasi yang sampai saat ini masih bersifat irigasi setengah teknis.

 Keadaan Ekonomi

            Mata Pencaharian

Mata pencaharian masyarakat sangat dipengaruhi oleh dimana mereka tinggal dan hidup. Karena Desa Balagedogtermasuk dalam desa industri bambu,rotan dan pertanian maka sebagain besar penduduknya mengandalkan hidup pada industri bambu maupun rotan disamping pada bidang hasil pertanian . Ketersediaan tenaga kerja untuk desa Balagedog sudah mulai didominasi oleh lulusan SMP atau yang sederajat hal ini berpengaruh pada kualitas kerja dan pengalaman serta pendapatan yang rendah, oleh karena itu mata pencaharian sebagian besar masyarakat adalah petani, pengrajin rotan dan bambu. Sehingga cukup berpengaruh pada rendahnya tingkat pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat.




Tabel 3.
Mata Pencaharian

No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
(Jiwa)
1.
Petani
186
2.
Buruh Tani
169
3.
PNS/TNI/POLRI
18
4.
Pedagang
57
5.
Pensiunan PNS/TNI/POLRI
8
6.
Buruh Harian Lepas
132
7.
Tukang
16
8.
Peternak ayam Pedaging
1
9.
Peternak sapi
-
10.
Peternak kambing
38
11.
Pengrajin Anyaman
2405
12.
Pengepul Bibit Tanaman
-
13.
Lain-lain
76

Jumlah

  Sumber : Database sekunder Desa Buahkapas 2012

           Pola Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan masyarakat tidak lepas dari sejarah, dimana masa masa jaman dulu sudah didominasi oleh tanaman padi. Namun pada dasarnya lahan yang dimiliki oleh masyarakat lebih menyukai dengan keanekaragaman hayati. Desa Balagedog memiliki lahan hutan seluas 200 Ha merupakan lahan negara Perum PERHUTANI yang menjadi bagian dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat sehingga secara administratif menjadi satu kesatuan dalam pengelolaan tata ruang desa. Merupakan hutan damar dan tanaman seling berupa puspa hal tersebut dengan harapan bahwa hutan akan menjadi tetap lestari, karena wilayah gunung reuneuh merupakan daerah penyanggah dan daerah konservasi, sebagai daerah resapan air.



Tabel 4.
Pola Penggunaan Lahan Masyarakat

No
Pengguna lahan
Jumlah (Ha)
1
Persawahan
93
2
Pemukiman
96,5
3
Pekarangan

4
Perikanan

5
Hutan
200
6
Pendidikan

7
Perkantoran
1
8
Lapangan
1

Jumlah

Sumber : Database sekunder Desa Balagedog  2012

            Pemilikan Ternak

Penduduk Desa Balagedog tidak banyak yang memelihara ternak  baik kambing maupun yang lainnya.
Tabel 5.
Populasi Ternak

No
Kepemilikan Ternak
Jumlah
(ekor)
1
Sapi
-
2
Kambing
306
3
Kerbau
8
4
Itik
150
5
Ayam
3876
6
Kelinci
61

Jumlah

Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2011

           Sistem Usaha Tani

Ditinjau dari komoditas yang diusahakan masyarakat, hasil komoditas utama masyarakt Desa Balagedog dari hasil pertanian cukup variatif seperti padi, jagung, ketela, dan ubi jalar meskipun hasilnya masih bersifat hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mengingat sampai dengan akhir tahun 2013 belum ada yang secara serius menanam jenis tertentu secara besar-besaran. Sedangkan dari hasi perkebunan komoditas yang dihasilkan berupa kelapa, jengkol, petai, durian dan melinjo.
Dalam rangka peningkatan produksi pendapatan petani, petani bergabung dalam kelembagaan petani. Kelompok tani yang sekarang ini sudah terbentuk adalah Gapoktan.
Secara umum, Perkembangan Sektor Pertanian di Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi masih belum berkembang secara optimal,  hal ini ditunjukkan dengan :
1)        Sempitnya kepemilikan lahan sehingga skala usaha yang dilaksanakan oleh para petani pada umumnya masih bersifat konvensional, tidak fokus pada bussines oriented, serta semakin berkurangnya lahan-lahan produktif karena perubahan fungsi lahan.
2)        Masih rendahnya penerapan teknologi yang disebabkan karena rendahnya kemampuan dan keterampilan petani dalam penguasaan teknologi.
3)        Tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan petani dalam melaksanakan usahataninya, sementara para petani rata-rata tidak memiliki kemampuan permodalan yang memadai.
4)        Semakin berkurangnya tenaga kerja produktif disektor pertanian yang disebabkan karena beralih ke sektor non pertanian.

 Kondisi Pemerintahan Desa

Jarak pusat pemerintahan dengan :

§   Desa/kelurahan terjauh : 16 Km Lama tempuh : 30 menit
§   Pusat kedudukan kecamatan : 4,5 Km Lama tempuh : 15 menit
§   Ibukota Kabupaten : 20 Km Lama tempuh : 30 menit
§   Ibukota Propinsi : 298 Km Lama tempuh : 6 jam

 Pembagian Wilayah Desa

            Batas Wilayah
§  Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Leuwilaja
§  Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cipanas/Hutan
§  Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ujungberung
§  Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Leuwikujag

           Topografi dan Jenis Tanah
Desa Balagedog berada pada 7O 19’ 52,71” S dan 109O 12’ 40,94” T. Dengan memiliki topografi berbukit-bukit dengan kemiringan rata-rata 45% dan berada pada ketinggian rata-rata 400-700 dpl. Jenis tanah yang pada umumnya adalah latosol dengan batuan vulkanik jenis andesit.

            Iklim
Dilihat dari letak geografis dan topografinya Desa Balagedog berada di daerah perbukitan dengan ketinggian 20.100 M di atas permukaan laut dengan curah hujan 260-290 C.

            Luas wilayah :
1.     Luas wilayah Desa Balagedog501Ha
2.     Luas wilayah terdiri dari :
a.      Persawahan                                93      Ha
b.      Pemukiman                                96,5   Ha
c.       Perkebunan/hutan rakyat             67,8   Ha
d.      Perikanan                                   -        Ha
e.      Pangkuan desa hutan                  -        Ha
f.       Pendidikan                                 -        Ha
g.      Perkantoran                               1        Ha
h.      Lapangan                                   1        Ha
i.        Kuburan                                     5        Ha
j.       Tempat peribatan                                Ha
k.      Lain-lain                                    37,7   Ha
l.        Hutan rimba                               200    Ha


Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2011

              Wilayah bawahan terdiri dari :

a.     Kepala Dusun I membawahi Blok Rabu, Blok Selasa, Blok Kamis dan Blok Minggu
b.     Kepala Dusun II membawahi BlokSenin , Blok Jum’at dan Blok Sabtu

Jumlah Rukun Warga ada 7 buah terdiri dari :

a.      Kampung Inpres dan Dukuh anyar adalah RW 1.
b.     Kampung Tarikolot dan Cikadu adalah RW 2
c.      Kampung Ciharum,Cikoranji dan Kukulu adalah RW 3
d.     Kampung Gintung,Dukuh Tengah dan Pasahangan adalah RW 4
e.      Kampung Karang Setra dan Pasantren adalah RW 05
f.       Kampung Ciburuy adalah RW 06
g.     Kampung Pasir dan Bojong adalah RW 07

Jumlah Rukun Tetangga ada 16 buah terdiri dari :

a.      Blok Senin ada 3 RT, yaitu RT 01,RT 02 dan RT 03
b.     Blok Selasa ada 2 RT, yaitu RT 04 dan RT05
c.      Blok Rabu ada 3 RT, Yaitu RT 06,RT 07 dan RT 16
d.     Blok Kamis ada 2 RT, Yaitu RT 08 dan RT 09
e.      Blok Jum’at ada 2 RT, Yaitu RT 10 dan RT 11
f.       Blok Sabtu ada 2 RT, Yaitu RT 12 dan RT 13
g.     Blok Minggu ada 2 RT,yaitu RT 14 dan RT 15

           Tanah Banda Desa :

a. Tanah Sawah                  :   93  Ha
b. Tanah Pekarangan           : 1,58 Ha
c. Kolam                             : 0,00 Ha
d. Lain-lain                         : 0,21 Ha