PROFIL DESA
Kondisi Desa
Dinamika pembangunan
masyarakat Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka menunjukkan
pertumbuhan yang positif, ditandai keberhasilan pembangunan yang mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun.
Memasuki era globalisasi dan seiring dengan semakin meningkatnya
pengetahuan masyarakat akan hak-haknya, serta meningkatnya kebutuhan yang
semakin kompleks merupakan tantangan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan
capaian hasil pembangunan. Untuk mengantisipasi berbagai permasalahan,
tantangan serta perkembangan di masa kini dan masa depan diperlukan perencanaan
yang jelas terarah dan partisipatif.
Kondisi yang diharapkan
di masa depan tidak terlepas dari pencapaian sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan
pembangunan secara efektif. Seiring dengan itu, upaya secara terus menerus
tetap diarahkan untuk mengatasi tantangan dan hambatan pembangunan desa guna
mewujudkan kondisi yang diharapkan dan kondisi saat ini merupakan modal dasar
atau bahan untuk perencanaan yang akan menentukan keberhasilan.
Desa BalagedogKecamatan Sindangwangi
berada di wilayah administrasi Kabupaten Majalengka dengan luas wilayah 501 H yang terdiri atas 7 (Tujuh) Blok dan 2 (dua) Dusun, 7 (Tujuh) RW dan 16 (enam belas) RT. Jumlah penduduk Desa Balagedog4759Jiwa
yang terdiri dari 2504 laki-laki
dan 2255 perempuan dengan jumlah
Kepala Keluarga sebanyak 1530KK.
Sedangkan jumlah Keluarga Miskin (GAKIN) 647 KK dengan persentase 13,6 % dari jumlah keluarga yang ada di
Desa Balagedog.Jarak dari Kantor
Desa ke Kota Kecamatan adalah 4 Km, ke Ibukota Kabupaten berkisar antara 22Kilometer. Dilihat
dari batas wilayah administrasi, Desa Balagedogberbatasan
dengan :
Sebelah Utara : Desa Leuwikujang kec. Leuwimunding
Sebelah Selatan : Desa Ujungberung
Sebelah Barat : Desa Leuwilaja
Sebelah Timur : Desa Cipanas Kabupaten Cirebon
Kemiringan lahan di
Desa Balagedog diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga)
kelas yaitu landai/dataran rendah (0 - 15 persen), berbukit bergelombang (15 - 40 persen) dan perbukitan
terjal (>40 persen). Berdasarkan klasifikasi kelas
kemiringan lahan, 13,21 persen dari luas wilayah Desa berada pada kemiringan
lahan di atas 40 persen, 18,53 persen, berada dalam kelas kemiringan lahan 15 -
40 persen, dan 68,26 persen berada pada kelas kemiringan lahan 0 - 15 persen.
Kondisi bentang alamnya sebagian besar melandai ke daerah Utara, menyebabkan
aliran sungai dan mata air mengalir ke arah utara sehingga pada wilayah bagian
Utara Desa terdapat banyak persawahan. Perbukitan dengan lereng yang
curam terdapat di sekitar lereng Gunung Ciremai. Kondisi topografis ini selain
sangat berpengaruh pada pemanfaatan ruang dan potensi pengembangan wilayah,
juga mengakibatkan terdapatnya daerah rawan terhadap longsor dan gerakan tanah
khususnya daerah yang mempunyai kelerengan curam.
Sumber daya air di
Desa Balagedogdibagi
ke dalam dua bagian yaitu air permukaan dan air bawah tanah. Potensi air
permukaan yang menjadi jantung kebutuhan air cukup besar untuk dimanfaatkan
terutama bagi pengairan, diperoleh dari 1
(satu) sungai besar yaitu Sungai Cijejeng dan beberapa anak sungai lainnya.diantaranya sungai cipanumbak dan
sungai ciburuy. Sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang digunakan
untuk mandi,mencuci dan minum mengambil dari mata air lereng gunung Ciremai
yang terletak di Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi dan Desa Payung Kecamatan Rajagaluh.
Sementara potensi air permukaan lainnya berada di beberapa tempat
yang mempunyai debit air tinggi yang berasal dari sumber mata air, umumnya
berada di Wilayah Selatan Desa. Untuk kondisi Air Bawah Tanah (ABT),
berdasarkan kondisi yang ada, secara umum Wilayah Utara dan Tengah Desa
mempunyai potensi ketersediaan ABT cukup baik.
Sejarah Pembangunan Desa
Dikisahkan pada jaman dahulu kala (Balagedog) merupakan hutan belantara yang
sangat menakutkan, masih banyak binatang-binatang buas terletak diperbatasan
antara kerajaan Cirebon dan Kerajaan Rajagaluh, kerajaan tersebut memeluk agama
Hindu dan Budha.Perkembangan selanjutnya datanglah Islam Ke Indonesia, Agama
ini dengan cepat tersebar keseluruh Nusantara termasuk Kerajaan Cirebon.
Kerajaan Rajagaluh khawatir Kerajaan Cirebon Menyerang maka lebih baik
menyerang terlebih dahulu. maka secara tidak sengaja merekalah orang-orang yang
pertama kali menginjakan kakinya dihutan tersebut dan membuat babak-babak baru
didaerah itu (Balagedog) mereka membuat pertahanan dan markasnya
terletak sebelah timur Balagedog, mereka berbaris disebelah selatan Markasnya
dan ditempat tersebut sekarang dikenal dengan nama “BARIS” lebih turun lagi
sedikit ke timur mereka menyongsong kedatangan musuhnya dan sekarang tempat
tersebut di namakan “NAGROG” artinya (Lama Menunggu) berasal dari bahasa sunda
yakni ngajedog, setelah lama menunggu kedatangan musuh maka terjadilah
pertempuran antara kedua Kerajaan.
Setelah peperang usai kedua belah
pihak meninggalkan tempat itu yang ditinggalkan hanya tempat pertempuran,
setelah kejadian itu datanglah Pangeran yang bernama “JIWANTAKA” bersama
sahabatnya yaitu Pangeran “SURYANEGARA” dan Pangeran “BAGUS SILIWANGI”
mereka hidupnya tidak menetap, Hidupnya selalu nyiliwangi, karena itu hanya
meninggalkan senjatanya yang kemudian dikuburkannya.
Setelah pangeran Jiwantaka pergi kemudian datanglah
kembali seorang pangeran yang bernama “SEMBUNG’’ setelah daerah ini sudah
berkembang menjadi perkampungan kecial, kesatria ini menikah dengan
seorang putri kampung ini bernama
nyi arum Wangi. Daerahini dinamakan Pasahangan, nama ini diambil dari nama
daerah itu yang merupakan lahan pertanian sahang. Yangmenjadi sesepuh kampung
itu bernama SYEKH INDRA lebih populer bernama SHEKH INDRA PASAHANGAN.
Kemudian setelah beberapa tahun,
disebelah selatan pasahangan terdapat pula beberapa kampung kecil. Jamanpun
makin berkembanmg dan maju, sistem demokrasi mulai ada walaupun masih awam/
primitif.maka suatu saat di pemilihan kepala kampung yang terpilih adalah
SEMBUNG.
Pada saat itu daerah tersebut belum
mempunyai nama maka timbulah gagasan memberi nama daerah itu.namun sebelumnya
dilakukan pemilihan orang-orang sebagai pembantu beliau (Pamong Desa) setelah
terbentuk lalu sembung diberi gelar BEDOG kemudian beliau mengadakan rapat
istimewa dan sepakat memberi nama daerah itu dengan nama BALAGEDOG diambil dari
nama beliau yaitu BEDOG dan balad-baladnya.
Setelah Balagedog berkembang pesat
baik perekonomian maupun jumlah penduduknya Pa Bedog (Kepala Desa) lalu menikah
lagi dengan seorang putri kerajaan Rajagaluh yang bernama Dewi Arum Sari dengan
maskawin sebidang tanah yang luas dengan batas-batas dari mulai sungai ciburuy sampai sungai cibalimbing yang memanjang dari
selatan sampai utara.
Akhirnya setelah beberapa waktu
yang lama pa Bedog wapat di Desa Leuwilaja dan dimakamkan di sebelah barat
Masjid Leuwilaja sekarang. Balai Desa Balagedog sudah beberapa kali pindah yang
pertama di pasahangan yang letaknya memotong jalan (Malang) dan sekarang nama
tersebut dikenal dengan sebutan Bale malang kemudian pindah lagi ke Tarikolot.
Perkembangan selanjutnya Balai Desa
pindah lagi ke blok senin (Inpres Sekarang) dan pada waktu kepemimpinan Kuwu
Iksan Balai Desa pindah lagi kesebelah barat antara Blok Jum’at dan blok Senin
sampai sekarang.
a. Sembung
Pada masa kepemimpinan
Sembung menjabat dari tahun 1802 sampai tahun 1826. Dan menurut cerita orang
tua beliau adalah pemimpin yang pertama dan berhasil mengembangkan wilayah
Balagedog menjadi perkampungan yang luas.
b. Bedog
MerupakangelarKuwu
Sembung dan menurut cerita beliau menjabat antara tahun 1826 sampai tahun 1850.
c. Kentes
Merupakan Kuwu yang memimpin Desa Balagedog menurut cerita menjabat dari tahun
1850 sampai 1870.
d. Amed
Memegang
jabatan sejak tahun 1870 sampai tahun 1895 yang pada masa tersebut sedang
banyaknya pemberontakan-pemberontakan
e. Asman
Memegang jabatan sejak tahun 1995 sampai tahun 1925
f. Maryani
Memegang
jabatan sejak tahun 1925 sampai tahun 1935
g. Ruje
Memegang
jabatan sejak tahun 1935 sampai tahun 1940
h. Darja
Memegang
jabatan sejak tahun 1940 sampai tahun 1943
i. Sober
Memegang
jabatan sejak tahun 1943 sampai tahun 1945
j. Sembat
Memegang jabatan sejak tahun 1945 sampai tahun
1951
k. Sobari
Memegang jabatan sejak tahun 1951 sampai tahun
1954
l. Rojak
Memegang jabatan sejak tahun 1954 sampai tahun
1966
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
- Pembangunan
Jembatan Cipicung
m. Iksan
Memegang jabatan sejak tahun 1966 sampai tahun
1974
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Pembangunan
Jembatan Ciburuy
2. Pembangunan
3 lokal gedung SD Balagedog I
3. Pembangunan
3 lokal gedung SD Balagedog 2
4. Pembangunan
Gedung Balai Desa yang pindah dari inpres
5. Pembangunan gedung SD Balagedog 3
yang dulu disebut SD Wangunjaya
n. Narmin
Memegang jabatan sejak tahun 1974 sampai tahun
1978
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Pembangunan SD Balagedog 3 yang dulu di sebut SD Wangunjaya
o. Uyet Suyatma
Memegang jabatan sejak tahun 1978 sampai tahun
1990
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Pembangunan
Jembatan Cijejeng
2. Pembuatan
Jalan Tarikolot
3. Pembangunan
Mesjid Nurul Huda
4. Pembangunan
Mesjid Tarikolot
5. Pembuatan
Dam Jasih
6. Perpindahan
penduduk Gintung ke Sawah Tegal
7. Pembuatan
Dam Citohok
8. Pembuatan
Lapang Sepak Bola
9. Pelebaran
Jalan Kabupaten
10. Pengadaan sarana
air bersih yang mengambil sumber mata air dari Talaga Herang sampai dengan Desa
Ujungberung
P. Juned
Memegang jabatan sejak tahun 1990 sampai tahun
1998
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Listrik
masuk desa
2. meneruskan program sarana air bersih dari desa Ujung berung ke
Rumah-rumah
3. Pembuatan Jembatan Cikoranji
4. Pembukaan jalan setapak ke Jembatan Cikoranji
q. Wahyudin
Memegang jabatan sejak tahun 1998 sampai tahun
2008
Pembangunan yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Pengadaan
sarana air bersih dari desa payung dari program PNPM
2. Pembangunan
4 lokal gedung Madrasah Diniyah dari PNPM
3. Rehab
Gedung Balai Desa
4. Penambahan
Gedung Balai Desa
5. Pengadaan
sarana air bersih di Blok kamis dari program PNPM
6. Pembangunan
saluran irigasi dari program PPIP
7. Pembangunan
gedung PAUD di Blok Senin
8. Senderan
Lapang Sepak Bola
9. Memindahkan dan pelebaran jalan di sawah Bugel Cikoranji yang
tadinya jalan setapak jadi jalan bisa dilewati oleh mobil.
s. Karomat, S.Ag.
Memegang jabatan sejak tahun 2008 sampai tahun 2013
Pembangunan
yang telah dilaksanakan yaitu;
1. Pembuatan Jembatan penghubung Blok Sabtu dan Blok Senin Sawah
Tegal
2. Pembangunan 2 lokal gedung Madrasah Ibtidaiyah
3. Pembangunan gedung Posyandu di Blok Desa
4. Rehab Masjid Tarikolot
5. Pengaspalan
jalan antara blok senin sampai blok kamis sepanjang 3200 m.
6. Plesterisasi
gang di blok senin, blok sabtu dan blok Jum’at.
t. Didi Suhardi
Memegang jabatan sejak tahun 2013
sampai sekarang
Pembangunan yang telah dilaksanakan pada
tahun 2014.
1. Pembangunan
jalan Rabat Beton blok sabtu dan blok jum’at dengan Volume 884 m. di biayai
oleh dana PNPM 772 m dan 112 m dari dana ADD.
2. Senderisasi
lapangan sepak bola lokasi di blok senin dengan biaya dari ADD.
3. Pengaspalan
jalan blok Rabu Cikoranji sepanjang 800 meter dari program Infrastruktur.
4. ke
sugan aya deui.
2.3. Demografi
Berdasarkan hasil pendataan
keluarga tahun 2012 jumlah penduduk Desa Balagedog adalah sebanyak 4759 jiwa
yang terdiri dari laki-laki 2504 jiwa dan perempuan sebanyak 2255 jiwa, 1530
kepala keluarga.
Jumlah rumah yang ada
di Desa Balagedog sebanyak 1228 yang terdiri dari rumah permanen sebanyak 824
buah, rumah semi permanen sebanyak 324 buah dan rumah tidak permanen sebanyak 80
buah.
Dari hasil pendataan itu
pula diketahui bahwa rumah tangga yang termasuk dalam kategori Rumah Tangga
Miskin versi Pemerintah Desa Balagedog sebanyak 600 Rumah Tangga Miskin (RTM).
Tabel 1.
Jumlah Penduduk
Kelompok Umur
(tahun)
|
Laki-laki
(Jiwa)
|
Perempuan
(Jiwa)
|
Jumlah
(Jiwa)
|
0 – 4
|
132
|
104
|
236
|
5 – 9
|
165
|
130
|
295
|
10 – 14
|
200
|
170
|
370
|
15 – 19
|
204
|
190
|
394
|
20 – 24
|
228
|
221
|
449
|
25 – 29
|
225
|
217
|
442
|
30 – 34
|
231
|
223
|
454
|
35 – 39
|
186
|
178
|
364
|
40 – 44
|
178
|
170
|
348
|
45 – 49
|
144
|
137
|
281
|
50 – 54
|
141
|
145
|
286
|
55 – 59
|
91
|
90
|
181
|
60 – 64
|
121
|
82
|
203
|
65 – 69
|
126
|
80
|
206
|
>70
|
132
|
118
|
250
|
Jumlah
|
2504
|
2255
|
4759
|
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2012
Ketersediaan tenaga kerja dapat
dilihat dari jumlah penduduk menurut klasifikasi umur. Kurangannya ketersediaan
tenaga kerja menyebabkan tingginya anggaran pembangunan karena harus
menyediakan tenaga kerja dari luar daerah. Namun sebaliknya apabila disuatu
daerah terjadi lonjakan jumlah tenaga kerja maka akan terjadi persaingan yang
kurang sehat antar pekerja, dan banyaknya angkatan kerja terpaksa keluar dari
daerah untuk mendapatkan pekerjaan. Maka pada umumnya masyarakat pedesaan lebih
banyak angkatan kerja yang berusia lanjut sehingga proses pembangunan sedikit
mengalami kendala, karena yang memiliki potensi dan keahlian biasanya enggan
untuk tinggal di pedesaan. Usia angkatan kerja dapat dibagi dalam 3 kelompok
yaitu :
(1) angkatan kerja muda usia 15-24
tahun:
(2) angkatan kerja sedang usia 25-54
tahun dan
(3) angkatan kerja tua usia diatas
55 tahun.
Maka dari tabel diatas dapat
menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kerja desa Balagedog dari jumlah penduduk untuk angkatan
kerja muda mencapai 19,079 %, angkatan kerja sedang sebesar 40,437 % sedangkan
untuk angkatan kerja tua sebesar 14,855 %.
Keadaan Sosial
Tingkat Pendidikan
Tingkat
pendidikan masyarakat Desa Balagedog termasuk cukup bagus, meskipun kondisi
ekonomi masyarakatnya sebagian besar menengah ke bawah namun pemahaman akan
pentingnya pendidikan sudah cukup bagus, terbuti dengan angka putus sekolah
dasar yang rendah. Desa
Balagedog memiliki 3 (tiga) SD Negeri,1 (satu) MI,1 (satu) buah Taman Kanak-kanak, 3 (buah) Kelompok Bermain (KOBER), 2 (dua) buah Madrasah Diniyah. Dengan adanya
fasilitas pendidikan di Desa Balagedog diharapkan dapat meningkatkan jenjang
kelulusan masyarakat yang tadinya hanya tamat SMP/MTs namun kedepan minimal
masyarakat lulus pada tingkat SMA/SMKsehingga Program Nasional Pendidikan Dasar 12 tahun di Desa Balagedog
dapat tercapai 100% dan menekan angka putus sekolah pendidikan dasar.
Tabel 2.
Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Balagedog
No
|
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah
(Jiwa)
|
1.
|
Tidak Tamat SD
|
567
|
2.
|
Tamatan SD
|
3054
|
3.
|
Tamatan SMP/MTs
|
732
|
4.
|
Tamatan SMA/SMK/MA
|
135
|
5.
|
Tamatan D1
|
24
|
6.
|
Tamatan D2
|
8
|
7.
|
Tamatan D3
|
15
|
8.
|
Tamatan S1
|
12
|
9.
|
Tamatan S2
|
-
|
10.
|
Tamatan S3
|
-
|
|
Jumlah
|
|
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2012
Kelembagaan Desa
Kelembagaan
desa yang ada sekarang ini sudah berjalan cukup baik hanya saja perlu
peningkatan kapasitas pengurus agar lembaga yang ada bisa dan mampu mandiri
dalam mengelola lembaga tersebut. Adapun lembaga yang ada yaitu :
1. Lembaga Pembangunan dan Kemandirian
Desa (LPKD) merupakan lembaga yang bergerak dibidang perencananaan dan
pengelola kegiatan pembangunan.
2. Tim Penggerak Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK)
3. Paguyuban GAPOKTAN merupakan
gabungan kelompok tani yang bergerak pada kegiatan pertanian, peternakan,
perkebunan dan kegiatan konservasi lahan serta lingkungan.
4. Linmas (Perlindungan Masyarakat)
5. Koordinator Kelompok SPP merupakan
bentukan dari kegiatan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) atau sekarang ini
adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
6. Karang Taruna dengan nama Tunas
Harapan merupakan lembaga pemuda yang bergerak pada kegiatan kepemudaan berupa
olahraga, sosial dan keagamaanserta keberadaannya masih pada tingkat perkumpulan
yaitu :
§
Ikatan Remaja Pencinta Masjid Nurul Huda
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan faktor yang sangat penting
dalam proses pembangunan wilayah guna peningkatan pertumbuhan ekonomi
masyarakat. Untuk sarana dan prasarana jalan Desa Balagedog sudah cukup baik sebagai prasarana transportasi.
Untuk sarana dan prasarana bidang pendidikan di Desa Balagedog sudah memiliki 3 (tiga) unit Sekolah Dasar lengkap dengan prasarana ruang perpustakaan dan buku-bukunya,dan 1 (satu)
unit Sekolah Madrasah Ibtidaiyah,1 (satu) unit Madrasah Diniyah yang terletak
di Blok Senin yang memiliki 4 ruang belajar,Untuk layanan pendidikan usia dini,
Desa Balagedog memiliki 1 (satu) Taman Kanak-kanak yang terletek di
Blok Senin dan , 3 (tiga) Buah Kelompok Bermain, Permasalahan
dalam bidang sarana prasarana adalahkondisi balai desa yang sudah harus
direhabilitasi, lapangan Bola Voli yang tidak memenuhi standar, Drainase yang
masih jelek, serta bendungan dan irigasi yang sampai saat ini masih bersifat
irigasi setengah teknis.
Keadaan Ekonomi
Mata Pencaharian
Mata pencaharian masyarakat sangat dipengaruhi oleh dimana
mereka tinggal dan hidup. Karena Desa Balagedogtermasuk dalam desa industri
bambu,rotan dan pertanian
maka sebagain besar penduduknya mengandalkan hidup pada industri bambu
maupun rotan disamping pada bidang hasil pertanian . Ketersediaan tenaga kerja untuk
desa Balagedog sudah mulai didominasi oleh lulusan
SMP atau yang sederajat hal ini berpengaruh pada kualitas kerja dan pengalaman
serta pendapatan yang rendah, oleh karena itu mata pencaharian sebagian besar
masyarakat adalah petani, pengrajin rotan dan bambu. Sehingga cukup berpengaruh pada
rendahnya tingkat pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat.
Tabel 3.
Mata Pencaharian
No
|
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah
(Jiwa)
|
1.
|
Petani
|
186
|
2.
|
Buruh Tani
|
169
|
3.
|
PNS/TNI/POLRI
|
18
|
4.
|
Pedagang
|
57
|
5.
|
Pensiunan PNS/TNI/POLRI
|
8
|
6.
|
Buruh Harian Lepas
|
132
|
7.
|
Tukang
|
16
|
8.
|
Peternak ayam Pedaging
|
1
|
9.
|
Peternak sapi
|
-
|
10.
|
Peternak kambing
|
38
|
11.
|
Pengrajin Anyaman
|
2405
|
12.
|
Pengepul Bibit Tanaman
|
-
|
13.
|
Lain-lain
|
76
|
|
Jumlah
|
|
Sumber : Database sekunder Desa Buahkapas
2012
Pola
Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan masyarakat tidak
lepas dari sejarah, dimana masa masa jaman dulu sudah didominasi oleh
tanaman padi.
Namun pada dasarnya lahan yang dimiliki oleh masyarakat lebih menyukai dengan
keanekaragaman hayati. Desa Balagedog memiliki lahan hutan seluas 200 Ha merupakan lahan negara Perum
PERHUTANI yang menjadi bagian dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat
sehingga secara administratif menjadi satu kesatuan dalam pengelolaan tata
ruang desa. Merupakan hutan damar dan tanaman seling berupa puspa hal tersebut
dengan harapan bahwa hutan akan menjadi tetap lestari, karena wilayah gunung reuneuh merupakan daerah penyanggah dan
daerah konservasi, sebagai daerah resapan air.
Tabel 4.
Pola Penggunaan Lahan Masyarakat
No
|
Pengguna
lahan
|
Jumlah
(Ha)
|
1
|
Persawahan
|
93
|
2
|
Pemukiman
|
96,5
|
3
|
Pekarangan
|
|
4
|
Perikanan
|
|
5
|
Hutan
|
200
|
6
|
Pendidikan
|
|
7
|
Perkantoran
|
1
|
8
|
Lapangan
|
1
|
|
Jumlah
|
|
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2012
Pemilikan
Ternak
Penduduk Desa Balagedog tidak
banyak yang memelihara
ternak baik kambing maupun yang
lainnya.
Tabel 5.
Populasi Ternak
No
|
Kepemilikan Ternak
|
Jumlah
(ekor)
|
1
|
Sapi
|
-
|
2
|
Kambing
|
306
|
3
|
Kerbau
|
8
|
4
|
Itik
|
150
|
5
|
Ayam
|
3876
|
6
|
Kelinci
|
61
|
|
Jumlah
|
|
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2011
Sistem
Usaha Tani
Ditinjau dari komoditas yang
diusahakan masyarakat, hasil komoditas utama masyarakt Desa Balagedog dari
hasil pertanian cukup variatif seperti padi, jagung, ketela, dan ubi jalar
meskipun hasilnya masih bersifat hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Mengingat sampai dengan akhir tahun 2013 belum ada yang secara serius menanam
jenis tertentu secara besar-besaran. Sedangkan dari hasi perkebunan komoditas yang
dihasilkan berupa kelapa, jengkol, petai, durian dan melinjo.
Dalam rangka peningkatan produksi
pendapatan petani, petani bergabung dalam kelembagaan petani. Kelompok tani
yang sekarang ini sudah terbentuk adalah Gapoktan.
Secara umum, Perkembangan Sektor
Pertanian di Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi
masih belum berkembang secara optimal,
hal ini ditunjukkan dengan :
1)
Sempitnya kepemilikan lahan
sehingga skala usaha yang dilaksanakan oleh para petani pada umumnya masih
bersifat konvensional, tidak fokus pada bussines
oriented, serta semakin berkurangnya lahan-lahan produktif karena perubahan
fungsi lahan.
2)
Masih rendahnya penerapan
teknologi yang disebabkan karena rendahnya kemampuan dan keterampilan petani
dalam penguasaan teknologi.
3)
Tingginya biaya produksi
yang harus dikeluarkan petani dalam melaksanakan usahataninya, sementara para
petani rata-rata tidak memiliki kemampuan permodalan yang memadai.
4)
Semakin berkurangnya tenaga
kerja produktif disektor pertanian yang disebabkan karena beralih ke sektor non
pertanian.
Kondisi Pemerintahan Desa
Jarak pusat pemerintahan dengan :
§
Desa/kelurahan terjauh : 16 Km Lama tempuh : 30 menit
§
Pusat kedudukan kecamatan : 4,5 Km Lama tempuh : 15 menit
§
Ibukota Kabupaten : 20 Km Lama tempuh : 30 menit
§
Ibukota Propinsi : 298 Km Lama tempuh : 6 jam
Pembagian Wilayah Desa
Batas Wilayah
§ Sebelah Barat berbatasan dengan Desa
Leuwilaja
§ Sebelah Timur berbatasan dengan Desa
Cipanas/Hutan
§ Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ujungberung
§ Sebelah Utara berbatasan dengan Desa
Leuwikujag
Topografi dan Jenis Tanah
Desa Balagedog berada pada 7O 19’ 52,71” S dan
109O 12’ 40,94” T. Dengan memiliki topografi berbukit-bukit dengan kemiringan
rata-rata 45% dan berada pada ketinggian rata-rata 400-700 dpl. Jenis tanah
yang pada umumnya adalah latosol dengan batuan vulkanik jenis andesit.
Iklim
Dilihat dari letak geografis dan
topografinya Desa Balagedog berada di daerah
perbukitan dengan ketinggian 20.100 M di atas permukaan laut dengan curah hujan
260-290 C.
Luas wilayah :
1. Luas wilayah Desa Balagedog501Ha
2. Luas wilayah terdiri dari :
a. Persawahan 93 Ha
b. Pemukiman 96,5 Ha
c. Perkebunan/hutan rakyat 67,8 Ha
d. Perikanan - Ha
e. Pangkuan desa hutan - Ha
f. Pendidikan - Ha
g. Perkantoran 1 Ha
h. Lapangan 1 Ha
i.
Kuburan
5 Ha
j. Tempat peribatan Ha
k. Lain-lain 37,7 Ha
l.
Hutan
rimba 200 Ha
Sumber : Database sekunder Desa Balagedog 2011
Wilayah bawahan terdiri dari :
a. Kepala Dusun I membawahi Blok Rabu, Blok Selasa, Blok Kamis dan Blok Minggu
b. Kepala Dusun II membawahi BlokSenin , Blok Jum’at dan Blok Sabtu
Jumlah Rukun Warga ada 7 buah terdiri dari :
a. Kampung Inpres
dan Dukuh anyar
adalah RW 1.
b. Kampung
Tarikolot dan Cikadu
adalah RW 2
c. Kampung
Ciharum,Cikoranji dan Kukulu adalah RW 3
d. Kampung
Gintung,Dukuh Tengah dan Pasahangan adalah RW 4
e. Kampung Karang
Setra dan Pasantren adalah RW 05
f. Kampung Ciburuy
adalah RW 06
g. Kampung Pasir
dan Bojong adalah RW 07
Jumlah Rukun Tetangga ada 16 buah terdiri dari :
a. Blok Senin ada 3 RT, yaitu RT 01,RT 02 dan
RT 03
b. Blok Selasa ada 2 RT, yaitu RT 04 dan RT05
c. Blok Rabu ada 3 RT, Yaitu RT 06,RT 07 dan RT
16
d. Blok Kamis ada 2 RT, Yaitu RT 08 dan RT 09
e. Blok Jum’at ada 2 RT, Yaitu RT 10 dan RT 11
f. Blok Sabtu ada 2 RT, Yaitu RT 12 dan RT 13
g. Blok Minggu ada
2 RT,yaitu RT 14 dan RT 15
Tanah Banda Desa :
a. Tanah Sawah : 93 Ha
b. Tanah Pekarangan : 1,58 Ha
c. Kolam :
0,00 Ha
d. Lain-lain : 0,21
Ha